BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 29 September 2011

PENULISAN


OVER POPULATED

Bila mendengar kata ledakan bom pasti terdengar sangat mengerikan, tapi bagaimana kalo kita mendengar kata ledakan penduduk ? apakah kamu merasakan kengerian yang sama ?? meskipun efek yang ditimbulkan berbeda, tapi nyatanya ledakan penduduk juga tak kalah mengerikan dengan ledakan yang lain lhoooo !!!!!!

LEDAKAN PENDUDUK = LEDAKAN MASALAH
                Terlalu banyaknya jumlah populasi manusia di bumi ini tentunya akan membawa masalah bagi kehidupan di bumi. Berikut adalah masalalah-masalah lingkungan yang mungkin bisa terjadi jika lautan manusia menjajah daratan planet bumi :

1.      Keterbatasan bahan pangan
Peningkatan jumlah manusia berarti akan semakin banyak jumlah mulut yang harus diberi makan. Masalahnya lahan untuk menanam bahan pangan di bumi sudah semakin terbatas. Sehingga bahan pangan pun tidak sebanding dengan jumlah manusia yang ada. Belum lagi keterbatasan lapangan kerja membuat jumlah pengangguran semakin meningkat.

2.      Bencana lingkungan
Karena daya tampung dan daya dukung lingkungan tidak seimbang maka akan memicu berbagai bencana lingkungan. Yang paling parah adalah bencana polusi, banjir, timbunan sampah hingga kesulitan mendapatkan air dan udara yang bersih.

3.      Merampas lahan hewan dan tumbuhan
Manusia pastinya membutuhkan lahan untuk hidup. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia melakukan penebangan hutan demi membangun perumahan, industry, dan lahan pertanian. Dengan kata lain, manusia merampas habitat mahluk hidup lain, yaiutu hewan dan tumbuhan. Kebayang doooonggggg , betapa banyak  pohon langka yang kita tebang demi membangun rumah ????

4.      Pemborosan sumber daya alam
Populasi dunia yang meningkat pastinya akan membebani bumi dalam segi sumber daya alam. Pemborosan tersebut melingkupi hamper sumber daya alam yang ada dibumi. Mulai dari listrik, air, batu bara, minyak, dan gas yang biasa digunakan manusia untuk menunjang kehidupannya.



Nama : Tidar Kusumaningrum
NPM   : 16110893
Kelas  : 2ka28
Matkul :  Softskill
Dosen  : Budi Utami, SE

PENULISAN


APA ITU HYDROGEL MASK ??

Mungkin kalian khususnya para wanita sudah sering mendengar atau bahkan menggunakan masker-masker untuk kecantikan wajah kalian. Tapi kali ini bagi kalian yang belum tahu apa itu Hydrogel Mask, disini saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang Hydrogel Mask.
Hydrogel Mask adalah masker siap pakai yang berbentuk seperti topeng dua bagian, atas dan bawah. Masker ini menggunakan high polymer technology yang eco-friendly, yang member manfaat highly moisturizer untuk melembabkan, menghaluskan dan merelakskan kulit wajah. Sehingga kulit berasa kenyal, soft, lembut, cerah, anti kerut, dan nggak kering. Hydrogel Mask berbentuk seperti cairan gel yang diperkaya dengan kandungan vitamin E, pansy extract, sea weeds extract, gingseng extract, marine collagen extract untuk membantu meningkatkan produksi collagen dalam memperbaiki kondisi permukaan kulit, Brown Indian extract untuk memperlancar peredaran darah pada wajah, hyaluronic acid sang pengikat air pada kulit wajah, dan gingko biloba yang berguna sebagai antioksidan pelindung kulit dari bahaya sinar UV.
Cara pakainya,setelah wajah dibersihkan, buka kemasan masker, pakai masker mulai dari bagian atas kemudian bagian bawah. Masker ini akan langsung menyerap temperatur pada wajah, melting perlahan sampai berbentuk tipis untuk melepaskan semua manfaat kandungan yang terdapat didalamnya. Diamkan 15-25 menit hingga masker berubah menjadi tipis. Pakai seminggu sekali. Simple dan sangat bermanfaat J



Nama : Tidar Kusumaningrum
NPM   : 16110893
Kelas  : 2ka28
Matkul :  Softskill
Dosen  : Budi Utami, SE

Tugas SOFTSKILL



1.     Organisai sebagai wadah dan proses .
Organisasi itu lebih dari sekdar wadah. Mengapa saya anggap demikian ?? karna organisasi menampung orang-orang. Organisasi memiliki jiwa, jati diri, karakter, kisah, cita-cita, dan harapan. Seharusnya organisasimenjadi sebuah keharusan, bukan sebuah paksaan. Mungkin bagi kalian yang sekarang sudah kuliah atau bekerja, organisasi sudah tidak asing lagi, karena sejak SD, SMP, dan SMA kita sudah diperkenalkan dengan organisasi-organisasi yang ada di sekolah.
Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan. Kesamaan itulah yang menyebabkan masing-masing individu yang berbeda, yang mau bergabung dan menjadi anggota. Kesamaan bisa disebabkan oleh kepentingan dan cita-cita. Ada beberapa hal yang harus kita sadari dalam berorganisasi. Bahwa organisasi ini milik banyak orang, semua anggota, bukan milik pengurus atau ketua. Sedemikian banyak orang yang memiliki karakter, sifat, bahasa, kebiasaan yang berbeda memberi kita kesempatan belajar jenis-jenis manusia. Mungkin ada yang terasa menjengkelkan, dan pernah berpikir bahwa organisasi ini tidak tepat lagi bagi Anda. Sebelum memutuskan untuk mengakhiri keanggotaan, saya sarankan Anda membuat analisa, apakah persoalan ini masalah personal ataukah masalah organisasi. Jika organisasi tersebut memang tidak bisa diperbaiki dari dalam, dengan atau tanpa kehadiran Anda, memang sebaiknya Anda keluar. Tetapi jika Anda berpikir lebih luas karena organisasi ini dapat memberi manfaat bagi banyak orang, dan Anda merasa mampu memperbaikinya, sebaiknya Anda tetap bertahan.

2.     Contoh organisasi dan sejarahnya .

a.      Sejarah Berdirinya organisasi PBI (Persatuan Boling Indonesia)
Jakarta Bowling Centre, 16 lanes, mesin Brunswick, terletak dibagian bawah Kartika Plaza dibuka pada Agustus 1970. Suatu cabang olahraga baru dengan penyesuaian kemajuan tekhnologi diperkenalkan di Indonesia. Di zaman penjajahan Belanda, permainan bowling sudah dikenal di Indonesia, hanya caranya amat sederhana dan lebih banyak menggunakan tenaga manusia. Bahkan di Digul, Irian Barat, ditahun 1930-an orang Belanda sudah bermain bowling disana.
Tapi kini, Jakarta di tahun 1970 mengenal permainan ini lebih banyak dengan menggunakan mesin dalam pengaturan Pin dan pengembalian bola. Dekorasinya jauh lebih modern. Tentu saja perkembangan ini menarik perhatian orang-orang di Jakarta, terutama mereka yang pernah belajar di luar negeri seperti, Jepang, Amerika dan Eropa. Sekembalinya dari sana, mereka beramai-ramai mengajak teman-teman dan saudara-saudara mereka untuk menikmati permainan ini.
Begitulah dari waktu ke waktu, olahraga ini mulai dikenal masyarakat seperti, pengusaha, ABRI, pegawai negeri, swastta, mahasiswa, pelajar, kalangan artis dan sampai dengan ibu-ibu rumah tangga. Mereka pada awalnya hanya ingin bersantai dengan bermain olahraga ini, namun lama kelamaan timbul hasrat untuk mengadu kepandaian bermain satu sama lainnya. Maka kemudian, munculah kompetisi. Dengan keinginan untuk meningkatkan prestasi, maka munculah hasrat untuk mendirikan organisasi ataupun klub. Akibatnya, klub-klub pada bermunculan pada waktu itu, seperti, The Metropolitan, Commercial, Berkat, The Gutter, Free Lance, Amore, The Step, Aki Jenggot, Tjendana dan Biongos.
Berbagai Klub telah berdiri dan berbagai pertandingan telah diadakan, namun mereka masih berhasrat untuk membentuk suatu wadah organisasi yang akan bertugas untuk mengawasi perkembangan klub dan turut memikirkan kemajuan olahraga bowing dan prestasi.
Hasrat tersebut sudah tidak dapat dibendung lagi. Begitulah atas prakarsa M.A. SUGANDA selaku ketua The Metropolitan Bowling Bowling Club bersama dengan M.Q. AMIRUDIN sebagai Sekretaris, mengundang semua Klub Bowling yang ada untuk mengadakan pertemuan dengan tujuan untuk membicarakan pembentukan wadah atau organisasi. Peristiwa bersejarah dalam dunia bowling Indonesia ini terjadi pada hari Selasa tanggal 6 Oktober 1970 pada jam 21:30 WIB.
Diantara 11 Klub yang ada, hanya 2 Klub yang tidak hadir, yakni Aki Jenggot dan Amore. Namun mereka melalui telepon telah member kuasa kepada pimpinan rapat untuk menyetujui segala keputusan yang akan diambil.
Suasana santai dan serius serta asap rokok yang mengepul mewarnai berbagai pendapat dan alas an yang dikemukakan dalam rapat tersebut. Semuanya setuju untuk membentuk suatu wadah organisasi dengan nama PERSATUAN BOWLING INDONESIA atau disingkat dengan P.B.I.


Nama : Tidar Kusumaningrum
NPM : 16110893
Kelas : 2ka28
Matkul : softskill
Dosen : Budi Utami, SE

Rabu, 11 Mei 2011

Tugas Rangkuman IBD


Bab 1
Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah yang mengajarkan nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupannya sehari-sehari. Ilmu Budaya Dasar sangat diperlukan sekali pada sistem pendidikan di Indonesia, terutama pada tingkat perguruan tinggi. Tidak dapat dihindari, bahwa ruang lingkup pendidikan di Indonesia amat sempit dan lebih banyak membuat para lulusan perguruan tinggi yang tidak berpandangan luas. Mereka relatif terlalu mengesampingkan bidang-bidang yang lain. Mereka memang tidak harus ikut dalam bidang-bidang lain, karena telah mempunyai bidangnya sendiri. Namun, ini membuat mereka seakan-akan buta akan bidang yang lain.
Oleh karena itulah kegunaan mata kuliah ini sangat diharapkan. Agar dapat membuat para akademisi dapat lebih lancar dalam berkomunikasi dan memperbaiki pendidikan khususnya. Dengan kelancaran berkomunikasi pula akan memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang.
Dengan mempelajari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai kebudayaan di Indonesia dan menimbulkan minat untuk mempelajarinya lebih lanjut. Dengan demikian mahasiswa dapat mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan cara-cara yang lebih kreatif dari sebelumnya. Selain itu sikap moral juga sangat dibutuhkan untuk melengkapi mahasiswa dengan pengalaman yang luas dan tidak bergantung kepada orang lain.
B. Ilmu Budaya Dasar sebagai bagian dari mata kuliah dasar umum
Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib disemua perguruan tinggi. Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi yang :

1. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan dan tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya.
3. Memiliki wawasan komprehensif dalam menyikapi permasalahan hidup.
4. Memiliki wawasan kebudayaan yang luas tentang kehidupan bermasyarakat.

C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara singkat Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin Humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus.

Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan untuk mengetahui keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya adalah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100 % benardan 100 % salah. Yang termasuk ilmu-ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika, dan lain-lain.

2. Ilmu-ilmu Sosial
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan yangt terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Karena keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk ilmu-ilmu social antara lain adalah ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan lain-lain.

3. Pengetahuan Budaya
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Metode ini tidak ada hubungannya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

D. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan dan budaya, mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara ahli dalam bidang disiplin masing-masing, serta mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.


E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu adalah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.


2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidakseragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Nama : Tidar Kusumaningrum
NPM : 16110893
Kelas : 1 KA 31
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Helnawaty

Selasa, 29 Maret 2011

PUISI

Tersenyum

Hari ini aku akan tersenyum menatap masa depan
Sebagai bukti hari ini aku akan tersenyum pada orang yang kutemui
Aku akan tersenyum pada keluargaku
Aku akan tersenyum pada teman-teman sejawat
Aku akan tersenyum pada istri dan anakku
Aku akan tersenyum pada pekerjaanku…
Aku optimis akan masa depanku
Karena aku punya impian
Karena aku focus pada bidang dan tujuanku
Karena aku tekun dan sabar
Karena aku percaya Allah besertaku
Karena aku yakin rizkiku
Karena aku menerapkan hukum pertambahan
Yaitu hukum dimana aku harus bertindak untuk semakin mendekati impianku
Tiap hari aku berbuat untuk melangkah
Aku takkan gagal karena banyak yang bisa kujadikan contoh
Aku bangga akan diriku, bukan karena tidak pernah jatuh atau gagal
Tapi aku selalu bangkit dari kegagalan
Mari tersenyum bersama penuh optimisme
Songsong hari depan yang lebih baik

Nama           : Tidar Kusumaningrum
NPM           : 16110893
Kelas           : 1 KA 31
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen          : Helnawaty 

CERPEN

Dear Diary

Hei…ayo cepet ke lapangan!! Ntar keburu dipake ma Rakha loh, “ Rayu Thalita  kepada Tiara dan Mutia.
“ Yah, bener kan udah dipake main basket ma rakha.”
“Udah deh Tha, kita pergi aja yuk. Hari ini nggak latihan juga nggak apa-apa,” seru tiara sambil menepuk pundak Thalita.
“ Nggak bisa gitu dong, kita kan mau ada pertandingan antar sekolah,” sergah Thalita sambil menghampiri Rakha.
“Rakha kita boleh gabung main nggak, soalnya mau ada pertandingan antar sekolah.”
“ Ya udah gabung aja, kita main bareng-bareng,” jawab Rakha sambil mendrible bola.
“Thanks ya”
Setelah selesai main basket Thalita dan Rakha mulai akrab lagi,seperti waktu kecil. Dulu Thalita akrab sekali dengan Rakha, rumah mereka bersebelahan dank e-2 orang tua mereka bersahabat. Tapi kemudian Rakha pindah ke Pontianak, selama itu mereka sudah tidak pernah berkomunikasi lagi hingga Rakha pindah lagi ke Semarang dan mereka bertemu di kelas 3 SMA. Bel masuk pun berbunyi, kemudian mereka kembali ke kelas masing-masing.
“Selamat pagi Bu,” salam anak-anak kepada Bu Sisca wali kelas mereka.
“Selamat pagi anak-anak,Ibu mau memberi tahu kalau 3 bulan lagi kalian akan menghadapi UAN, maka dari itu kalian harus belajar giat!” nasihat Bu Sisca.
Mendengar itu Thalita kemudian melamun, ia maembayangkan kalau nanti lulus ia tidak bertemu Rakha setiap hari. Bel tanda pulang pun berbunyi, Thalita, Tiara, dan Mutia segera keluar kelas dan jalan- jalan ke Mall untuk menghilangkan kepenatan karena pelajaran tambahan.
“ Aku palang.” Seru Thalita setelah sampai dirumah.
“Sayang kamu mandi kalau udah makan malam ya sayang!” perintah mama.
“ Nggak ahh mah, tadi Thalita udah makan, Thalita mau mandi aja ya ma.”
Jalan-jalan tadi siang di Mal ternyata tidak dapat menghilangkan ingatannya tentang ucapan Bu Sisca tadi. Kemudian Thalita mengambil buku berwarna merah muda dan menulis sesuatu
Semarang, 28 Maret 2002
Dear Diary
Hari ini aku seneng banget dia mau main basket bareng lagi kaya dulu. Hari ini adalah hari terindahku.walaupun yang masih menyimpan prasaan ini hanya aku seseorang diri, tapi aku akan tetap menjaga prasaan ini hanya untuk dia.
Kring…..kring….. alarm Thalita berbunyi dan Thalita bergegas bangun kemudian mandi dan sarapan.
“Mah, Pah Thalita berangkat ke sekolah dulu yah,” salam Thalita sambil mencium pipi orang tuanya.
“ Pak nanti jangan telat jemputnya ya,soalnya nanti ada terapi,” pinta Thalita kepada sopirnya.
Tiba-tiba saja Rakha sudah berada didepan matanya dan dia bersama dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya.
“ Pagi Thalita,” sapa Rakha lembut.
“ Pagi,” jawab Thalita dengan cuek, kemudian bergegas meninggalkan Rakha.
Sesampainya di kelas Thalita memikir-mikir siapa gadis yang bersama Rakha tadi, sampai-sampai Thalita lupa ada tugas yang belum diselesaikan. Bel  masuk berbunyi, tapi Thalita tetap saj memikirkan  gadis tadi.
“ Selamt pagi anak-anak,tugas yang kemarin Ibu berikan cepat kumpulkan!” ucap Bu Sisca.
Tiba-tiba Thalita sadar bahwa dirinya belum mengerjakan Tugas itu, dan akhirnya Thalita dihukum.
“ Thalita, lo kenapa sih belum ngrjain tugas, padahal kamu itu kan juara kelasnya, “ Tanya Tiara.
“ Tadi gue liat Rakha sama cewek cantik banget, gue penasaran cewek itu siapa?” jelas Thalita.
“Kenapa lo nggak Tanya langsung aja sama Rakha?”
“gue takut,” jawab Thalita lesu.
“ Ya udah nanti biar gue yang tanyain sama Rakha,” jawab Mutia.
“ Thanks ya Mut. Lo emang temen gue yang paling baik.”.


Sesampainya dirumah. . . .
Semarang, 29 Maret 2002.
Dear Diary
Hari ini aku sedih banget, orang yang sangat aku cintai kini telah pergi. Tuhan tidak adil, aku yang sudah dari kecil suka padanya tapi kau kirimkan seorang wanita untuk menjadi kekasihnya. Apa kau tak tahu bahwa aku ini akan pergi, kenapa kau tidak memberikan kebahagiaan untukku. Kenapa kau tidak memberikan dirinya untukku. Bagaimana hari-hari esok tanpa dirinya.
Thalita kemudian meneteskan air mata, karena tak sanggup membayangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan dialami dirinya dan Rakha. Lama-kelamaan air mata menetes di kedua pipi Thalita semakin deras.
***
Keesokan harinya disekolah mata Thalita sembab karena semalaman ia menagis. Tapi tiba-tiba…..
“Hai non pagi-pagi kok udah ngelamun, ngelamunin apaan sih?” Tanya Rakha sambil tiba-tiba duduk disamping Thalita.
“ Nggak aku nggak apa-apa. Udah sana kamu masuk kelas udah bel tau,” jawab Thalita dengan nada mengusir.
“ Jadi gini kalau teman kecil kamu nanya?” Ledek Rakha.
“ Cepet sana ke kelas!”
Setelah Rakha pergi. Thalita membuat komitmen untuk dirinya sendiri bahwa dia akan belajar giat dan melupakan Rakha untuk selamanya untuk menempuh ujain akhir.
***
Tiga bulan sudah berlalu sejak Thalita membuat komitmen. Ternyata  komitmen yang telah dibuatnya dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dia dapat peringkat 1 pada kelulusannya tahun ini. Setelah berpikir lama, Thalita memutuskan akan sekolah di Palembang dan tinggal bersama tantenya.
Tak diduga Tiara, Mutia, dan Rakha satu Universitas.
“ Mutia lo tau nggak sekarang Thalita sekolah dimana?” Tanya Rakha penasaran.
“ Sorry ya Rakha, sayangnya aku dan Mutia nggak tau sekarang Thalita sekolah dimana. Kami udah coba kerumahnya tapi orang tuanya lagi dinas ke luar negeri, dan pembantunya nggak tau pasti Thalita sekolah dimana.” Jawab Mutia serius.
“ Tapi kata pembantunya sih Thalita study ke luar kota.” Tambah Tiara.
“ Ya udah, nanti kalau ada kabar tentang Thalita aku beri tau ya,” pinta Rakha dan kemudian berjalan meninggalkan Mutia dan Tiara.
***
Enam tahun sudah berlalu sejak kepergian Thalita ke Palembang. Dan akhirnya Thalita sudah menyelesaikan study-nya dan kembali lagi ke Semarang.Thalita kemudian membuka lagi diary-nya yang ia tinggalkan di Semarang, supaya tidak menjadi beban.
Semarang, 30 Januari 2008
Dear Diary
Hari ini adalah hari pertamaku kembali lagi di Semarang. Aku ingin minta maaf karena kamu aku tinggal di Semarang. Disana cukup menyenagkan, tetapi tetap saja ada yang kurang yaitu dia. Entah bagaimana keadaan dia sekarang aku sudah tidak tau. Ngomong-ngomong soal penyakitku, walaupun aku sudah dioperasi sampai 4 kali, tapi mengapa tetap saja tidak sembuh. Sebelum aku meninggal aku ingin sekali melihatnya dan aku ingin memegang tangannya hingga aku pergi. Aku memang sudah tau kalau aku pasti akan meninggal cepat karena penyakitku, tapi. . .
Tiba-tiba tangan Thalita susah digerakkan, darah keluar dari mulutnya dan kemudian Thalita pingsan. Dengan segera Thalita dibawa ke rumah sakit oleh kedua orang tuanya.
“Dok,bagaimana keadaan Thalita sekarang?” Tanya mama Thalita sambil menangis terisak-isak.
“ Kondisi Thalita sudah sangat parah. Kita sekarang hanya bisa berdoa dan berserah kepada yang di atas,” jawab Dokter.
“ Kenapa begitu Dok, akhir-akhir ini Thalita sudah mengalami kemajuan,” sergah papa Thalita.
“ Mungkin dia hanya berusaha tegar dan kuat, supaya Bapak dan Ibu tidak mengkhawatirkan kondisi tubuhnya secara intensif.”
“Ma ada nggak pesan Thalita, mungkin aja itu bisa membuat Thalita sadar?” Tanya papa kepada mamanya Thalita.
“ Ada Pa, ini adalah buku diary-nya Thalita. Dulu mama sering ngliat Thalita menuliskan sesuatu disini,” jawab mama sambil terbata-bata.
“Mama tau siapa yang dituliskan Thalita?”
“Mama kurang tau, mungkin kita bisa Tanya Mutia dan Tiara,” usul Mama.
Sesampainya dirumah Tiara, Mama langsung bertanya panjang lebar kepada Tiara, sehingga membuat Tiara menjadi bingung. Setelah Tiara menceritakan semuanya, kemudian orang tua Thalita langsung menuju ke rumah Rakha.
Sesampainya di rumah Rakha.
“ Permisi Rakhanya ada?” Tanya Papa Thalita.
“Den Rakha ada, silahkan duduk Pak, Bu.”       
“Den Rakha ada tamu.”
“ Ya, bik sebentar. Tolong buatin minum dulu ya bik!”
“ Om, Tante ada apa kesini? Thalita manaOm, Tante,” Tanya rakha sambil menjabat tangan kedua orang tua thalita.
“ Itu dia maksud kedatangan kami kesini untuk mengajak kamu bertemu Thalita. Sekarang dia sedang kritis, dia ingin sekali melihat kamu.
“ Thalita kritis????? Nggak. . . nggak. . . . mungkin Thalita itu kan orangnya tegar dan kuat.” Jawab Rakha cemas.
Sesampainya dirumah sakit, Rakha langsung menemui Thalita dan bercerita kepada Thalita.
“ Thalita buka matanya dong ini aku Rakha.sekarang aku tambah cakep loh.”
Rakha ini diary Thalita,mungkin kamu memang harus tau yang sebenarnya,” Kata mama.
Perlahan-lahan diary itu dibuka dan lembar demi lembar telah dibacanya, terungkaplah sudah rahasi besar Thalita.
“Thalita sebenarnya dulu aku sangat suka sama kamu, tetapi aku piker-pikir kamu cantik, pintar dan popular disekolah sehingga aku merasa tidak pantas untuk kamu. Makanya prasaan ini aku pendan sedalam-dalamnya, dan akhirnya aku putuskan untuk menjalani hidupku dengan Intan.Tetapi kamu tidak usah khawatir, meskipun begitu prasaan aku tetap untuk kamu.Kamu cepat sembuh yah agar kita bisa menjadi sahabat sejati yang selalu ada saat duka maupun suka,” Ucap Rakha sambil memegang tangan Thalita erat-erat.
Tiba-tiba Rakha meneteskan air mata dan saat itu pula Thalita menghembuskan nafas terakhirnya.
Dan akhirnya usai sudah perjuangan cinta masa kecil Thalita. Suasana dalam pemakaman Thalita pun berjalan dengan khusuk dan banyak teman-temannya yang dating memberi salam perpisahan.

-Selesai-

Nama                    : Tidar Kusumaningrum
NPM                     : 16110893
Kelas                    : 1 KA 31
Mata Kuliah           : Ilmu Budaya Dasar
Dosen                   : Helnawaty

CERPEN

Blind Date
( Kencan Buta )


Aku adalah gadis sederhana,manja,lucu.dan lumayan pintar,serta yang selalu dicari – cari oleh teman – temanku disetiap harinya. Aku yang dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1992 mempunyai sifat dan kelakuan yang baik, sehingga aku dapat diterima diantara teman – teman sepergaulanku. Ini kata sebagian teman – temanku.
            Anggi, teman sebangkuku yang selalu ada membantu dan menemaniku kemana pun aku pergi. Suatu ketika, saat aku sedang bermain dirumah anggi. Anggi bertanya kepadaku, “ Sya, kamu mau nggak aku kenalin sama Nandy temanku,“ Begitu kata anggi saat itu.
            “Oh,boleh,” sahutku pasrah.
            “Oke, kalau begitu, gimana kalau kita ketemuan Minggu pagi di rumahku sambil belajar bareng?” tanya Anggi,sambil menaikkan alisnya sebelah dan tersenyum.
            “Sipp!” sahutku, sambil mengacungkan jempolku tanda setuju.
            Yeah, another blind date…….!!!!  Aku membatin dalam hati. Kalau blind date kali ini nanti jadi,berarti sudah keenam kalinya aku menjalani Blind date alias kencan buta, kencan dengan seseorang yang belum pernah dikenalnya, dan baru bertemu untuk pertama kalinya dalam acara ng-blind date itu.
            Hampir semua teman – temanku pernah menjadi mak comblang blind date-ku, mulai dari Indri, Dani, Marta, dan Anandya. Mereka memperkenalkanku dengan cowok yang beragam, ada yang keturunan Sunda, Jawa, Padang, Palembang, Tionghoa, bahkan India!!
            Blind date-ku yang kelima agak berbeda, kali ini aku nge-blide date tanpa bantuan mak comblang dengan Putra, cowok blesteran Indo-Jerman bermata biru, yang dikenalnya gara-gara chatting, Putra yang anak klub motor di Kemang itu, akhirnya ngajak aku ng-date.
            Yang bikin aku sedih dan heran, nggak ada satupun cowok blind date-ku yang ngajakin aku “jadian“. Aku mengira – ngira sendiri apa kira-kira yang jadi penyebabnya. Aku yakin alasannya bukan karena aku terlalu picky (pilih-pilih), tapi kayanya nggak juga deh. Cowok-cowok itu aja yang nggak begitu tertarik denganku.
            Buktinya, Mereka jarang menelponku setelah acara nge-blind date itu. Kalaupun ada, paling Cuma tahan dua minggu, dan setelah itu………googbye!! Karena itu aku nggak begitu antusias lagi dengan urusan blind date. Soalnya aku sudah agak sering melakukannya, dan aku sudah tau “ending-nya”. huh…….    
            Makanya ketika Anggi mengajakku nge-blind date dengan temannya yang bernama Nandy itu, aku pasrah saja. Soalnya aku nggak enak juga nolak tawaran  Anggi, sahabatku, yang sudah berkali-kali mengajakku untuk berkenalan dengan Nandy, tapi selama selalu ini aku tolak.
            Aku menghela napas. Ya, aku memang tidak punya alasan untuk menolak tawaran Anggi lagi. Lagipula aku belum punya pacar. Dan siapa tahu blind date kali ini berbeda dibanding sebelumnya. Siapa tahu juga Nandi memenuhi kriteria cowok idamanku, yang sehat, baik, manis, sopan, dan pintar.
            Lagipula sebentar lagi aku Ulang tahun.Hmm….. Alangkah senangnya kalau Ulang tahunku kali ini aku sudah punya cowok.Mmm….pasti seru……ada candle light dinner. Boneka. Dan hadiah istimewa darinya……Plak!! Aku menepuk pipiku sendiri, untuk membuyarkan lamunanku.
            Minggu pagi pun telah tiba, aku dan Anggi menunggu Nandy dirumahnya, tempat biasa kami berkumpul.Akhirnya beberapa jam kemudian usai kami belajar, Nandy tiba juga.
            “Hai, Anggi” Sapanya kepada temannya itu
            “Hai, kamu sudah datang ! Kenalin ini temanku Raisya,” sahut Anggi, sambil memperkenalkanku kepada Nandy.
            Kami bertiga berbincang-bincang denagn pembicaraan-pembicaraan yang menurut kami seru dan begitu menyenangkan untuk dibahas. Dan tanpa disadari hari sudah semakin sore,aku dan Nandy pun segera meninggalkan rumah anggi dan menuju rumah masing-masing. Kebetulan rumahku dengan rumah Nandi searah.
            Aku tidak habis mengerti. Barusan malam ini, setelah acara ng-blind date-ku usai, Nandy bahkan tidak meminta nomor telepon handphone-ku. Itu artinya, Nandy sama sekali tidak tertarik dengan diriku. Blind date keenam kalinya menurutku jauh lebih buruk dibanding blind date-blind date sebelumya.
            Aku merebahkan diriku ke tempat tidur. Pandanganku menerawang ke langit-langit kamarku yang berlukisan dua cupid (mak comblang),yang terbang diantara bintang-bintang.
            “Cupid, apa yang salah denganku?kenapa aku belum juga punya pacar?padahal teman-temanku yang lain sudah mempunyainya!” aku membatin dalam hati dengan perasaan sedih.
            Tanpa sadar, air mataku mengalir dari pelipisku. Aku segera bangkit menuju meja rias mangambil tisu dan segera menghapus air mataku.”Lihat, aku menarik! Tapi kenapa aku belum juga punya pacar?” kali ini pertanyaanku tidak lagi kepada cupid, tapi kepada bayanganku sendiri di cermin.
            Krrrriiiiinnnggggg!!!!!!!
            Aku terkejut kaget.”Ah, siapa yang menelponku malam-malam begini.huh…nomor tidak dikenal!”Sahutku dalm hati. Begitu nomor yang tampak pada layer handphone-ku. Tapi perasaan penasaran memaksaku menerima telepon itu.
            “Halo?” sapaku, hati-hati.
            “Hai, Raisya. Ini Nandy.” Kata suara diseberang sana.
            “Oh…” aku merasa mulutku seperti membisu.
            “Maaf, kalau aku menelponmu malam-malam begini,” Kata Nandy. “Tapi aku pengen banget ngelanjutin obrolan seru kita tadi. Begitu sampai rumah, aku baru sadar kalau aku belum mencatat nomor handphone-mu. Akhirnya aku tanya Anggi, Now I feel stupid.”
            “Hei,nggak apa-apa kok,” sahutku buru-buru.
            Raisya nggak nyangka kalau Nandy ternyata tertarik dengan ceritanya soal keinginannya untuk wild adventure ke Mesir, untuk melihat piramida, spinx, dan sungai Nil. Ternyata Nandy juga mempunyai keinginan yang sama. Tanpa terasa sudah tiga jam lebih Raisya ngobrol dengan Nandy.
            “Wah, sudah tengah malam, you must sleep now,” kata Nandy.  
            “Oh, yeah, you too,” sahut Raisya.
            “Tapi tunggu! Saya punya satu permintaan buat kamu. Raisya, would you be my girl?” Tanya Nandy.
            Deg!! Raisya benar-benar terkejut dan hampir nggak pecaya dengan ucapan Nandy barusan. Senyumnya langsung mengembang. Dipandanginya dua cupid di langit-langit kamarnya.
            “Yes, Nandy I would.”

-Selesai -


Nama          : Tidar Kusumaningrum
NPM           : 16110893
Kelas           : 1 KA 31
Mata kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen          : Helnawaty